The Secret Daddy

Bab 1. Wanita sederhana

Di sebuah restoran, terlihat sosok pria bernama Aliando Grissam yang mempunyai tubuh sixpack dan wajah tampan yang selalu menjadi idaman kaum hawa terlihat sudah duduk di kursi restoran yang terletak di sebelah belakang dan paling ujung dengan tembok, dekat dengan pintu keluar di bagian samping.

Pria yang memakai kemeja berwarna putih dengan lengan baju dilipat sampai siku, tengah menyilangkan kedua kakinya seraya tangannya bersedekap pada dadanya menunggu sosok yang ditunggunya. Tak lama menunggu, datanglah sosok orang yang dinantikannya.

Aliando sudah berada di restauran tempat dia ingin bertemu dengan Alisa mantan kekasihnya. Tak perlu waktu lama baginya menunggu kedatangan Alisa, karena baru 5 menit dia duduk di sana, wanita yang ditunggunya sudah datang menghampirinya.

"Hai Aliando." Alisa mencoba memeluk mantan pacarnya yang menurutnya masih sangat tampan. Namun, perbuatannya langsung ditolak mentah-mentah, karena pria tampan itu langsung menghindarinya.

Alisa hanya bisa tersenyum kecut dan akhirnya dia mulai mendaratkan tubuhnya pada kursi, "Aku pikir kamu ingin menemuiku karena kamu ingin kembali padaku, Al. Tapi dengan sikapmu yang menolakku, membuatku mengerti bahwa kamu hanya membutuhkan bantuanku. Apakah aku benar?" Alisa menatap kesal dengan tatapan sorot mata tajam sosok pria yang pernah menjadi kekasihnya itu.

Masih dengan wajah datarnya, Aliando menanggapi perkataan dari wanita yang pernah menjadi mantan kekasihnya ke 50. "Heem ... kamu sangat pintar Alisa. Aku memintamu bertemu, karena aku ingin memberikan penawaran kerja sama. Aku yakin kamu akan tertarik dengan penawaranku." Tangan Aliando bersedekap di dada menghadap ke Alisa.

Alisa terlihat menahutkan kedua alisnya setelah mendengar kalimat ambigu dari mantan kekasihnya. "Memangnya apa yang akan kamu tawarkan padaku, Al? Kamu kan tahu kalau aku sangat mencintaimu, aku ingin kita kembali menjalin hubungan seperti dulu. Hanya kamu yang aku inginkan Al." Alisa mencoba merayu dengan bersikap semanis mungkin dan tersenyum menggoda. Berharap pria di depannya itu akan jatuh lagi ke pelukannya.