Cinta Setelah Menikah

Bab 120 Hatinya Terbuat Dari Batu

Bab 120 Hatinya Terbuat Dari Batu

Nindi menggandeng Kenzie, mereka berdua pergi ke rumah Nindi, jantungnya yang berdebar-debar daritadi akhirnya bisa tenang juga.

"Kenzie, kamu duduk dulu, aku akan mengambil salep untuk kamu." Nindi langsung pergi mencari salep untuk luka di kaki Kenzie.

Kenzie meletakkan tasnya, lalu mengira-ngira luas rumahnya Nindi.

Rumahnya memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang tamu, luasnya kurang lebih 50 meter, tapi Nindi menjaga rumahnya agar terlihat sangat bersih dan rapih, lantainya bersih, di atas meja ada vas berisi bunga Daisy.

Kelihatan jelas, bahwa Nindi adalah orang yang benar-benar perhatian.

Kenzie tiba-tiba sangat iri pada Nindi, dia juga ingin memiliki rumah seperti ini, tidak terlalu besar, asalkan semuanya miliknya sendiri , itu sudah cukup . Dia mau ingin menjadi wanita yang mandiri, bukan menjadi peliharaan Reyhan.

"Kenzie, sebenarnya ada apa antara kamu dengan Presdir Reyhan?" Nindi bertanya sambil membawa salep untuk Kenzie, lalu membantu Kenzie mengoleskan salep di kakinya.

"Aku...." Kenzie benar-benar tidak tahu bagaimana cara menjelaskan hubungannya dengan Reyhan, dia takut Nindi memandang rendah dirinya. Temannya sangat sedikit, jadi dia benar-benar tidak ingin kehilangan temannya.

Nindi adalah wanita yang sangat pintar, saat ia melihat Kenzie seperti tidak ingin membicarakan ini, dia tahu pasti ada yang tidak beres.

Nindi memegang erat-erat tangan Kenzie, lalu menatap Kenzie dengan tulus: "Kenzie, tidak peduli apapun masalahmu, tidak peduli apa hubunganmu dengan Reyhan, aku ini temanmu, aku akan selamanya berada di sampingmu."

Hati Kenzie pun tergerak, sejak ayahnya meninggal, tidak ad ayang pernah berbicara sehangat itu padanya.

Reyhan kadang-kadang juga baik padanya, tapi baiknya itu, seperti baiknya seorang manjikan pada peliharaannya, bukan seperti seorang laki-laki ke seorang perempuan. Kalau perasaan hatinya sedang baik, Kenzie akan di sayang-sayang, tapi kalau perasaan hatinya sedang jelek, ia suka main tangan. Tapi Nindi berbeda, Nindi benar-benar peduli padanya, benar-benar bisa memikirkan posisinya.

"Nindi..... sebenarnya, aku, wanita simpanan, Reyhan." Kenzie mengatakan ini dengan susah payah, bicaranya pun terpatah-patah.

Akhirnya Kenzie mengatakan hal yang sebenarnya, Kenzie pun merasa lebih tenang. Tekanan di dadanya pun sudah membaik.

Nindi melotot kaget: "Kenzie, kamu baru bekerja di kantor beberapa hari saja, bagaimana bisa menjadi wanita simpanan Reyhan?"

Kenzie tertawa: "Nindi, sebenarnya aku sudah mengenal lebih dari satu tahun ..."

Melihat tatapan kaget Nindi, Kenzie menceritakan sedikit tentang dia dan Reyhan.