Cinta Setelah Menikah

Bab 138 Mencintaiku Masih Melepaskanku

Bab 138 Mencintaiku Masih Melepaskanku

Kenzie terdiam menatap Reyhan, pria yang tadinya memakaikan sepatu dan mencium dia dengan mesra, seketika berubah menjadi pria yang seperti anjing jahat yang begitu tajam.

Ternyata di dalam hatinya, Reyhan tidak benar-benar menghargai Kenzie.

Kenzie mengira Reyhan telah berubah, namun, ternyata itu hanya kepura-puraan belaka.

Dia, benar-benar tidak mencintai Kenzie, di mata Reyhan, Kenzie hanyalah seperti mainan yang kapanpun bisa dimainkan dan dibuang!

Melihat raut wajah Kenzie yang pucat dan terdiam melihat Reyhan dengan ekspresi yang begitu terpukul, hati Steven pun hancur berkeping-keping.

Dengan cepat ia menebaskan tangan Betty, dan menghampiri arah Reyhan dan berkata, "Reyhan, kamu tega sekali mengatakan hal seperti itu kepada seorang wanita! Kamu benar-benar tidak punya moral!"

"Hahahaha... Moral? Aku punya moral atru tidak, itu bukan urusanmu. Steven, kamu selalu memikirkan wanitaku, kamu pikir ini perilaku yang bermoral?" Reyhan dengan sombongnya menjawab.

Mendengar perkataan Reyhan, Kenzie pun langsung tumbang, raut wajahnya semakin pucat, bagaikan secarik kertas putih.

Steven sangat khawatir bahwa Kenzie tersakiti, sorot matanya memandang Kenzie dengan pandangan kosong.

Pandangan penuh rasa putus asa, tanpa harapan.

Begitulah pandangan Steven saat menatap Kenzie, hati Steven seperti dihancurkan dengan sebuah palu, seakan sebilah pisau menancap di jantungnya.

Reyhan hanya memandang dengan dingin, melihat Kenzie dan Steven saling menatap, pandangan mereka seperti menjadi satu.

Hati Reyhan semakin penuh dengan amarah!

"Steven, aku tidak mengerti kenapa kamu masih tidak bisa melupakannya? Apakah karena wajahnya yang polos?" Reyhan dengan kasar memegang dagu Kenzie dan menghadapkan wajah Kenzie padanya.

Muka Kenzie sangat pucat, sedikitpun tidak ingin membalas perkataan Reyhan, dan Reyhan malah sedikit demi sedikit terus menghancurkan hatinya.

"Reyhan, lepaskan dia! Kamu tidak boleh berbuat seperti itu padanya!" Steven menghampiri dan langsung menarik tangan Reyhan, lalu melayangkan tinjuan.

Reyhan menghindari pukulan Steven, matanya penuh dengan amarah yang tajam, membuat Kenzie merasa sekujur tubuhnya seperti seakan dipukul.

Reyhan dan Steven berkelahi, tiba-tiba terdengar teriakan keras dari Betty.

Hati Kenzie berubah menjadi seperti debu yang tertiup angin, ia tidak bisa melihat dan mendengar apapun. Ia seperti tersedot ke dimensi lain.

Kenzie telah lupa bagaimana ia bisa disakiti hingga bercucuran air mata oleh Betty, lupa bagaimana Reyhan dengan kejamnya menampar Betty.

Pikirannya kosong...

Kenzie ditarik oleh Reyhan hingga ke tempat parkir, dan Reyhan memaksanya untuk masuk ke mobil...

perjalanan Reyhan mengebut, lampu merah pun

tangannya di depan dada, tak berbicara sedikitpun, juga tak memohon kepada

paling parah akhirnya

memberikan Reyhan satu kesempatan, ia mengira mungkin Reyhan benar-benar

dia salah. Reyhan selamanya tidak akan pernah

dingin dan semena-mena itu tak akan pernah hilang

tapi dari kedua tangannya yang

bodohnya, ia

berkata, "Reyhan, kamu antarkan

yang

Reyhan dengan gesit memutar balik, kedua tangannya menggertak setir dan berkata, "Kenzie, kamu ini perempuan pembohong! Tidak sangka aku bisa percaya pada omonganmu yang menyatakan bahwa Steven itu cuma

beberapa kali mengerem, mobilnya pun seperti goyang kesana kemari, kepala Kenzie pun terbentur kaca mobil hingga

ia berharap terjadi kecelakaan yang begitu parah pada dirinya! Dia sudah sangat lelah, tidak

Kenzie dengan dingin, dengan jelas berkata,

menutup matanya, tidak ingin

dan mencekik leher Kenzie, "Kenzie, jawab

dicekik sampai sakit, sampai dia susah bernafas. Kenzie mulai merasa pandangannya

melepaskan tangannya dari Kenzie, membenturkan kepala

begitu cepat, Kenzie menggenggam erat pegangan di kursi mobil

dalam mobil begitu sunyi. Tiba-tiba Kenzie dengan

seperti ingin memandang Kenzie buat! Steven, kakak kelas

dengan susah payah mengejar wanita ini, wanita ini malah

seorang pecundang, sebuah lelucon. Sama sekali tidak

Wanita sialan!

berhenti, Reyhan menarik kepala Kenzie, menariknya

sangat kesakitan, namun tidak

dia tidak akan meminta ampun atau meminta maaf

Ponsel Kenzie berbunyi. Reyhan langsung merebut ponsel Kenzie, dan melihat pesan

putus dengan Betty. Kembalilah padaku. Aku tahu kamu

Pengirim, Steven.

Reyhan benar-benar mengerikan, "Trittt!" Reyhan

memandang Reyhan. Penyesalan selalu datang terlambat, Reyhan tidak akan melepaskannya. Melihat Reyhan dengan wajah yang

penuh dengan

ternyata Steven juga tahu Kenzie

kamu juga

bilang, tidak cinta...tidak cinta... tidak cinta! Aku sedikitpun

Aku selamanya tidak akan pernah

Reyhan mengira itu hanya perkataan yang dipicu amarah saja, ternyata benar,Kenzie

membakar Reyhan! Reyhan dengan kejam memandang Kenzie, dan berkata, "Kenzie, Aku sudah

menaikkan kakinya, dan menendang kaki Kenzie!

Bình Luận ()

0/255