Contracted Marriage 30 Days

Bab 179 Aku Baru Putri Keluarga Yan

Bab 179 Aku Baru Putri Keluarga Yan

Setelah selesai menyuntikkan obat itu, Qin Chu langsung beranjak berdiri lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar.

"Nona Yan Wan, aku keluar duluan."

"Baik, terima kasih."

Yan Wan pun melihat ke pundak Qin Chu yang berjalan meninggalkan tempat itu. Alasan dia tidak mau berlama-lama di sini adalah karena dia tidak mau membuat Yan Xin merasa malu.

Obat ini bekerja dengan cepat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yan Xin sudah tenang kembali.

Tatapan matanya yang kacau itu pun mulai kembali normal.

Setelah lewat beberapa saat, akhirnya dia pun tersadar.

Ketika melihat Yan Wan yang ada di depannya, dia pun terkejut, "Kak, kenapa kamu bisa ada di sini?"

"Kalau bukan aku, kamu kira siapa yang bakalan datang?"

Yan Wan malah bertanya balik dengan nada dingin dan melihat ke arah Yan Xin dengan tatapan dingin dan tegas.

Yan Xin pun merasa sedikit ketakutan. Setelah itu dia melihat ke sekelilingnya dan hanya dalam beberapa saat, dia pun ngerti dengan apa yang barusan terjadi.

Huo Lichen sudah pergi.

Yan Wan datang untuk menawarkan obatnya.

Rencana yang dia susun buat malam ini semuanya kacau balau.

Yan Xin marah dan kecewa, tetapi sekarang dia sudah tidak bisa balik lagi. Sekarang dia hanya bisa berusaha untuk menggantikannya kembali.

Yan Xin pun langsung menangis. Suaranya penuh dengan perasaan bersalah dan takut.

"Maaf, kak, aku juga nggak tahu kenapa semuanya bisa jadi begini. Setelah aku pulang ke kamar, badan aku mulai panas. Aku sendiri juga nggak tahu kenapa bisa begitu. Apa ada orang yang mencelakaiku?"

Di dalam villa itu total hanya ada tiga orang, kalau bukan Yan Wan atau Huo Lichen, masih ada siapa lagi?

orang luar yang memberikan obat itu, kenapa mereka

ada hal

Xin yang berakting. Dia mengerutkan alisnya dan berpikir selama ini kenapa dia nggak

apa yang kamu perbuat, hari ini aku nggak mau membahasnya dulu.

berlama-lama di sana lagi

pun berdiri dan hendak keluar dari

pun terkejut melihat kakaknya yang tidak mengatakan apa-apa dan

Wan tidak mungkin percaya dengan apa yang

Yan Xin juga tidak usah berpura-pura lagi. Dia bisa lebih acuh tak acuh lagi. Lalu dia pun berteriak

dia memanggil namanya itu terdengar begitu tajam dan

depannya. Ini adalah pertama kalinya dia memanggil Yan Wan dengan nada yang begitu tajam

lalu menoleh untuk melihat ke arah Yan

sudah berubah total. Ekspresinya saat itu sama sekali tidak seperti adiknya yang biasanya imut dan nurut. Ekspresinya itu tidak menunjukkan kesan kasihan sama sekali. Dia malah melihat ke arah Yan Wan dengan tatapan benci seolah sedang berhadapan

selimut, menutupi bagian dadanya

ke arah Yan Wan dengan tatapan

belum menjawab apa-apa, tetapi Yan Xin sudah lanjut

bukan karena ayah dan ibuku, kamu ini nggak mungkin ada hari ini. Tetapi kenapa, kenapa kamu yang cuman

ke arah Yan Wan dengan

Status aku lebih tinggi dari kamu. Kalau mau menikah dengan Huo Lichen, yang harusnya menikahinya itu aku

marah dan kecewa. Ternyata selama ini Yan Xin memendam

hanya anak yatim piatu yang dipungut keluarganya. Dia nggak ada hak untuk

ini Yan

rasa perih yang dalam di hatinya. Matanya itu juga sudah berlinangan air mata dan suaranya juga sudah tidak

panggil aku kakak dan aku selalu menganggap kamu sebagai adik kandungku, memangnya aku nggak cukup baik sama

"Itu memang sudah seharusnya!"

dengan ekspresi seolah itu sudah seharusnya seperti itu, "Ayah ibuku sudah membesarkanmu. Sudah seharusnya kamu balas

Wan pun mulai

seolah sudah mendapatkan kemenangannya dan terlihat begitu sombong lalu berbicara dengan nada tinggi

Kalau Huo Lichen mau menikah, wanita yang seharusnya dia nikahi itu aku. Aku baru putri

apa-apa dan langsung mengatakan apa

sudah seharusnya

Yan Xin yang begitu mendominasi. Yan Wan pun teringat dengan kehidupannya beberapa tahun yang lalu. Karena dia tahu dia itu anak angkat, maka dari itu dia selalu berterima kasih dengan Yan Xuanmin dan Qiao Jiahui. Dia juga selalu menuruti kemauan mereka

Bình Luận ()

0/255