My Sweetheart

Bab 80 Livia Mengancam Kakaknya

Bab 80 Livia Mengancam Kakaknya

Livia yang tiba-tiba muncul membuat Lia terkejut.

Meskipun dia dan Steven sudah sangat dekat dan menempel seperti perangko akan tetapi Lia tidak pernah sekalipun mengungkit keluarganya di hadapan Steven apalagi keberadaan Bryan.

Lia terdiam beberapa saat dan kemudian menarik Livia menjauh dari Steven, dengan suara pelan berkata, "Apa yang kamu lakukan di sini, apakah Bryan bersamamu?"

Livia melihat gelagat Lia yang tegang dengan sinis tertawa dan berkata, "Kakak, kamu takut ya?"

Lia memasang wajah dingin dan berkata, "Aku takut apa, aku hanya tidak ingin bertemu kalian berdua."

Setelah mengetahui Livia dan Bryan memiliki hubungan, perasaan Lia terhadap adiknya semakin lama semakin datar, jika boleh dia tidak ingin punya adik seperti ini.

Livia tertawa dan berkata, "Benarkah? Bagus kalau begitu sekarang aku akan memberitahu laki-laki itu bahwa kamu sudah memiliki tunangan atau aku bisa mengaturnya agar dia bertatap muka dan bertemu dengan kakak ipar.

"Kamu..."

Wajah Lia berubah seketika, dan harus memberitahu Steven mengenai hal ini, tetapi tidak sekarang dan jangan sampai dia mendengarnya dari mulut Livia.

mengurusinya aku bisa mencari waktu untuk menyudahi hubungan pertunangan ini dan saat itu kamu bisa dengan bebas bersama dia, dengan demikian aku dan kamu, ayah dan ibu semuanya senang, jadi kamu jangan berulah

ingin aku tidak berulah, kamu harus membelikanku

tertawa dengan licik, kapan lagi ada kesempatan seperti ini, sekarang mau berebat dengannya juga tidak ada untung, jadi dia memutuskan bermain kejam sedikit.

"....baiklah!"

lain, dia hanya bisa mengangguk setuju, asalkan uang bisa menyelesaikan masalah, dia

rok, setelah membeli rok membeli sepatu dan terakhir dia membeli pakaian 10 pasang, keseluruhan barang yang dibeli Livia lebih banyak 2-3kali

perlu ditanya orang membayar semuanya

puas, Lia menatap Steven dan berkata, "Steven, benar-benar minta maaf, adikku memang seperti ini, melakukan apapun tidak pernah ada batasan. Dia tadi membeli semuanya itu dalam jumlah

menggelengkan kepala berkata, "Uangku adalah uangmu, tidak perlu kamu ganti. Sudah jangan berkata hal-hal yang tidak penting. Akan tetapi kamu yakin

keduanya seperti air dan api sama-sama tidak mau mengalah. Yang satu bermuka tebal tidak tahu malu dan tidak mau mengalah, suka mengenakan pakian seksi. Yang satu lembut dan elegan,

mengeluh, jika boleh dia tidak

gembira kembali ke asrama sekolah kemudian mengeluarkan semua barang yang dibawanya. Seluruh perempuan di kos nya itu bertanya setiap merek yang ada dan

ada di sana semuanya

kos, oleh karenya ia membawa seluruh barang

di rumah, di rumah hanya ada Bryan yang dengan bosannya duduk di sofa

dan kamu bisa membeli barang sebanyak

memberinya uang dia 5000

Bình Luận ()

0/255