One More Time

Bab 136 Dia Punya Sepasang Mata yang Indah

Bab 136 Dia Punya Sepasang Mata yang Indah

Nelson benar-benar tidak ingin melepaskan Sean. Ia hanya ingin memeluknya seperti ini. Seumur hidupnya, ia tidak akan pernah merasa terganggu jika ia harus memeluk Sean seperti ini. Tubuhnya begitu ringan harum, dan membuat siapa saja tak ingin melepaskan pelukannya.

Sean dapat merasakan kasih sayang Nelson kepadanya, seolah pria itu lebih memanjakannya sejak ia tahu ia adalah putranya. Sean tidak menolak atau membenci perasaan ini. Bahkan, ia sangat ingin dimanjakan. Ia tersenyum dan berkata, "Oh, cepatlah pergi! Wanita itu tak tahu apa yang terjadi. Ia mengeluarkan banyak darah."

Saat diingatkan Sean, suasana hati Nelson yang tadinya baik, mendadak berubah menjadi buruk. "Aku akan pergi saat Simon kembali. Aku tidak tenang jika kau sendirian di rumah."

Nelson mengatakan yang sebenarnya. Sekarang Tria tidak tahu di mana ia berada. Sedangkan Simon tidak akan mungkin datang. Nelson tidak mempercayai siapa pun di sekitarnya dan tidak mungkin membiarkan Sean sendirian di rumah. Untungnya, setelah berkata demikian, Simon membawa Ryu Ye masuk.

"Tuan, aku kembali."

Ryu Ye berlari ke arah Sean dan saat ia melihat Nelson, ia buru-buru berkata, "Ayah, kau juga sudah pulang? Instruktur Yan berkata bahwa akhir-akhir ini Ayah sangat sibuk. Aku belum melihat Ayah beberapa hari ini."

Saat Sean diculik, tidak memberitahu Ryu Ye. Beberapa hari terakhir, anak itu sangat lelah karena latihan yang diberikan Simon . Tanpa Sean, ia merasa sangat bosan sendirian. Ia tidur terus setiap hari. Sekarang Sean tidak hanya di sisinya, melainkan Nelson juga kembali. Ia sangat bersemangat.

Nelson menatap Ryu Ye dan berkata sambil tersenyum, "Ayah akan kembali nanti. Biarkan Sean tinggal di sini untuk menemanimu."

"Oke!" Ryu Ye memeluk Sean dengan gembira dan berkata, "Bos, biarkan aku memberitahumu. Rumah sakit ini terlalu membosankan. Perutku tidak nyaman dan dokter menyuruhku menjalani tes darah. Tentu kau tidak tahu bahwa ujung jariku yang mengeluarkan darah itu sangat sakit! Aku hampir saja menangis!"

"Pergilah beristirahat!"

Dalam pikiran Sean, bayangan saat ia tenggelam tiba-tiba muncul. Sejak Lulu kecil hingga dewasa, ia tidak tahu berapa banyak darah yang sudah hilang. Ia takut darah di tubuhnya tidak cukup, maka ia bekerja keras untuk membuat dirinya tumbuh menjadi lebih kuat.

Jika Lulu memerlukan bank darah, Sean pasti akan mendonorkan darah untuknya. Saat ini, Ryu Ye meraung-raung karena darahnya diambil dan benar-benar membuat Sean tak bisa mengangkat kepalanya. Ryu Ye tahu bahwa ia sedang dirundung oleh Sean, tapi ia malah berkata, "Aku hanya kurang beruntung saja, tapi aku sama sekali tidak menangis! Apakah kau mau memberiku hadiah?"

"Aku memberimu hadiah?" Sean berpikir bagaimana mungkin ada orang yang tak tahu malu di dunia ini seperti Ryu Ye? Namun, Ryu Ye masih saudaranya sendiri!

Nelson melihat mereka berdua saling menggoda, dan kemudian berkata kepada Simon , "Jangan tinggalkan Sean sendirian di rumah, apa pun yang terjadi."

dia mengerti apa yang akan terjadi

harus

ke rumah sakit wilayah militer, Bibi Zhang

menyelamatkannya. Ponselnya tiba-tiba berdering. Nelson langsung

Jika ada perlu, cepat

nadanya terdengar ketus. Lawan bicaranya mendengarkan suaranya, dan berkata dengan nada dingin, "Kau benar-benar keras kepala, begitu tidak sabar

mendapat firasat buruk. Nelson merendahkan suaranya dan berkata, "Bu, ternyata

teleponku setelah melihatnya, kan?" Nada suara Nyonya Ye begitu tajam, dan membuat Nelson bingung bagaimana

ingin mengusir Bibi Zhang dari Manado, benarkah itu? Jadi, itu sebabnya

amarahnya. Namun, kemudian ia

bahwa keluarga

dingin. "Ibu, meskipun Bibi Zhang telah tinggal bersama keluarga Ye selama lebih dari dua puluh tahun, itu juga baik untukku. Namun, bagaimanapun, ia

berakhir, Bibi Zhang tetap harus mati di keluarga Ye! Kau dengar? Lagipula, kau harus lebih menghormati Bibi Zhang . Saat kau dan adikmu masih kecil, tidak ada susu untuk kalian berdua. Jika bukan karena Bibi Zhang , apakah kalian berdua bisa tumbuh besar?"

Zhang , dengan kemampuan keluarga kita, meskipun hanya susu bubuk, aku dan

semuanya? Biarkan aku memberitahumu. Jika kau ingin mengusir Bibi Zhang , usir juga aku yang sudah tua ini! Hari ini aku mengatakan hal ini. Jika ada urusan dengan Bibi Zhang ,

menutup telepon setelah

Nyonya Ye cukup masuk akal dalam hal lain, tetapi mengapa dia begitu peduli dengan Bibi Zhang ? Dulu, ketika ia masih berada di Tiongkok, Nyonya Ye tidak memperlakukan Bibi Zhang seperti pelayan lainnya. Ia memberikan benda apa saja yang masih berguna kepada Bibi Zhang , bahkan membuat satu set pakaian baru untuknya. Bahkan ketika pesta ulang tahun David Ye , Nyonya Ye meminta

Nelson hanya merasa bahwa ibunya begitu baik kepada Bibi Zhang karena sudah mengasuh kedua putranya. Namun, ia merasa bahwa ibunya sekarang begitu protektif kepada Bibi Zhang

kemudian hamil. Saat itu, hamil di luar nikah adalah hal yang sangat memalukan. Keluarga Ye diam-diam membesarkan dan merawat Bibi Zhang . Sayang sekali, Bibi Zhang melahirkan seorang anak perempuan dan meninggal karena

punya air susu. Bibi Zhang , yang kehilangan putrinya, memiliki cukup stok air susu dan sejak itu menjadi perawat Nelson dan David Ye

hari yang sama dengan putri Bibi Zhang , jadi Bibi Zhang sangat baik kepada Nelson dan adiknya. Bibi Zhang

memikirkan kejadian ini, ia tiba-tiba merasa sakit kepala. Bagaimana mungkin Bibi Zhang yang hanya peduli dirinya sendiri, begitu terobsesi dengan Samantha dan Sean?

lagi, Nelson merasa kesal dan ingin menutup telepon, tapi ternyata yang meneleponnya adalah pengawalnya di rumah sakit. Ia teringat Samantha dan

Nelson berubah muram. "Apa kata Nyonya?"

berkata bahwa dia tidak mengizinkan

Bình Luận ()

0/255