Pria Keberuntunganku

Bab 278 Menyesal

Bab 278 Menyesal

Diana yang masih di dalam ruangan sedikit tidak tenang membuatkan mereka berdua bersama, dan dia memutuskan untuk pergi mencari mereka, saat baru sampai di belokan, dia melihat Fred yang sudah mengepalkan tangannya siap untuk memberikan pukulan.

Dia berhambur kedepan, dan melerai mereka berdua dan mendorong Fred, "apa yang ingin kalian lakukan! Apa pantas membuat masalah ini jadi seperti ini?"

Fred masih mengepalkan tangannya kesal, otot ototnya hingga menyembul keluar, dia masih memandang Juan dengan begitu marah, Diana menarik napas panjang, dan menghadang di depan Juan, melihat Fred dan berkata, "kamu tenang dulu."

Satu adalah pacarnya, dan yang satunya lagi adalah senior yang sudah dia kenal begitu lama, pada awalnya hubungan mereka tidak saling bentrok, kenapa sekarang bisa jadi seperti ini?

Beberapa pegawai Linyu Real Estate juga datang mendekat, begitu melihat Juan, mereka langsung menahannya, "presdir, lebih baik kita kembali dulu."

"Oh iya, mereka juga masih menunggu!"

Beberapa orang itu berusaha mendinginkan suasana, dan baru kemudian mereka baru bisa membawa pergi Juan.

Begitu mereka pergi, di tempat itu hanya tersisa Fred dan Diana, dia menghembuskan napas panjang dan berkata pelan, "uda, kita pulang saja."

Dalam diri Fred masih terasa aura dingin yang begitu mencekam, hingga Juan benar benar pergi, dia mulai kembali bisa mengontrol dirinya.

Diana masih ingin menenangkannya, tetapi tiba tiba pandangan matanya begitu gelap, dia sudah ditarik Fred kedalam pelukannya, dia dengan erat memeluk tubuh Diana, tidak ingin melepaskannya sedikitpun.

Keheningan tercipta, suara Fred tiba tiba terdengar, "sebagai pacar, apa aku belum memperlakukanmu dengan baik?"

Keduanya berjalan sampai saat ini, sejak awal, mereka memiliki hubungan yang diperlukan saja, dan berkembang menjadi guru dan teman. Sekarang status mereka berubah menjadi pacar, status yang berubah, maka semuanya terasa menjadi semakin tidak mudah.

Hati Diana seketika melunak, dia mengulurkan tangannya menepuk nepuk punggung Fred, dan berkata pelan, "kamu sudah melakukannya dengan baik."

Meskipun Fred terlihat lebih dingin dibanding laki-laki yang lain, tetapi dia lebih mementingkan nalar l, dan juga dia lebih dewasa.

dia bersikap seperti Fred yang biasa menghiburnya sehari hari, dia menjinjit dan memberikan kecupan di bibir Fred, "aku suka kamu

benaknya tadi, hatinya bergetar, dia menunduk dan tanpa ragu langsung

bernapas pun sedikit kesusahan. Hingga

semerah tomat, karena merasa tubuhnya begitu panas, dari tubuhnya tercium aroma khas dirinya, hingga membuat Fred merasa tenggorokannya begitu kering, dan dia menelan silva

berkata lirih,

juga." Fred mengatupkan kedua bibirnya tersenyum. Dan mengulurkan tangannya

memberikan tanda di tubuh wanitanya, yang jelas, Diana hanya boleh

merangkul tubuh Diana, mereka menuruni tangga dengan cepat, tiba tiba mereka bertemu dengan sepasang kekasih yang kebetulan juga akan naik ke atas, perempuan itu berkata dengan

dia melihat Fred dan Diana

saling bertukar pandang dan menghentikan

lebih dulu bereaksi, dia tersenyum dingin melihat

Fred sudah kembali melanjutkan langkahnya menuruni tangga dengan menggandeng Diana, dia bertindak layaknya tidak melihat

menjadi begitu canggung, Jeff menaikkan satu alisnya yang melihat mereka menuruni tangga tanpa

lagi, perempuan disampingnya menyandarkan tubuhnya kepada Jeff dan

mendorong tubuh perempuan itu, wajahnya terlihat

berteriak dengan sedikit berlebihan, dia sebenarnya masih ingin bersandar kepada tubuh

"Pergi!"

membuat perempuan itu ketakutan,

mematung disana, hatinya terasa begitu sesak, tetapi

Diana bisa saling mencintai sedalam itu, tetapi dia hanya memiliki pernikahan yang gagal, dan kebutuhan

memikirkannya membuatnya semakin kesal, dia langsung saja menendang tong

teleponnya tiba tiba berdering, dia melihat layarnya dan melihat nama Cassie, dia langsung merasa

begitu lancar,

Jeff begitu menyesal dia waktu itu

begitu sudah melewatkannya. Maka tidak

Bình Luận ()

0/255