Pria Keberuntunganku

Bab 279 Apa Saja Yang Sudah Kamu Dengar?

Bab 279 Apa Saja Yang Sudah Kamu Dengar?

Mendengar perkataannya membuat senyum di bibir Diana semakin dalam, kemudian dia berkata lirih, "rabu depan adalah ulang tahunku."

"oke, aku sudah mengingatnya." Fred mengangkat tangannya dan mencubit cubit pipi Diana dan tersenyum tipis, "rabu depan aku akan menemanimu merayakan ulang tahun."

"tidak kerja?" diana bertanya dengan mengedip ngedipkan matanya.

Fred menjawab dengan begitu yakin, "kenapa harus bekerja di hari ulang tahunmu?"

Diana mengulurkan tangannya dan menepuk nepuk pundak Fred, "bolos bersama, mencolok sekali!"

Fred yang mendengar itu langsung tersenyum lebar, dia kemudian berkata lirih di telinga Diana, "demi kamu, aku bersedia melakukannya."

Fred berkata dengan begitu manis hingga membuat wajah Diana seketika memerah, kemudian dia mendorongnya dan tidak ingin meladeninya lebih jauh lagi.

Melihat wajah Diana yang begitu malu, Fred langsung menaikkan ujung bibirnya tersenyum, dia sudah memiliki rencana sendiri untuk ulang tahunnya kali ini, dia akan memberikan kejutan yang istimewa, dan tidak terlupakan, kejutan yang sangat berarti untuknya.

Proyek tim perencanaan sudah rampung, tetapi Diana masih memiliki pekerjaan yang tidak ada habisnya, kebetulan sudah sampai di sehari terakhir di akir pekan, dia juga harus membuat ringkasan pekerjaan minggu ini, dia terpaksa harus lembur untuk mempercepat kerampungan pekerjaannya.

"tok tok tok."

Suara ketukan pintu, Diana mengangkat pandangannya dan melihat Wawan yang berdiri di depan pintu, dia merapatkan kedua bibirnya tersenyum, dan kemudian berkata, "kenapa kamu ada waktu datang ketempatku? Apa kamu sudah menyelesaikan pekerjaanmu?"

Begitu mendengar pekerjaan, dia langsung mengerutkan keningnya kesal, dia berjalan mendekat ke meja Diana, dan kemudian mendesah pelan, "sore nanti masih harus kerja keluar, jika tidak tugasku tidak akan selesai, dan bonus bulan ini akan melayang begitu saja...."

samping dan kemudian bertanya, "terus kenapa kamu malah datang kesini? Aku juga masih banyak

di kursi depan meja dengan menyandarkan dagunya, "Diana, kamu masih berhutang barbeque kepadaku, malam ini pergi ya? Kebetulan kan akhir pekan, dan besoknya

di dalam otakmu apa hanya ada makan saja?" Diana kesal tetapi masih saja tersenyum lebar, "dan juga menurutku jika pekerjaan kita masih tidak selesai, besok masih harus lembur,

liciknya, "aku berani

tiba terhenti, begitu teringat akan Fred yang akan menemani Yolana

mana ada waktu pergi kencan

dia merasa bahwa dia sudah salah bicara,

pergi, setelah kamu selesai dengan

Wawan berbalik dan pergi, Diana menarik senyum di wajahnya perlahan

lebih peduli kepada Fred lebih

kerja, Diana dan kedua teman

dipaksa minum hingga beberapa gelas, dari matanya terlihat bahwa dia sudah hampir mabuk, teman kerja laki-laki yang berada disampingnya tiba tiba menepuk pundaknya dan berkata lirih,

pelanggan yang duduk di depannya dan tersenyum dengan sedikit tidak enak hati, "presdir Chao, aku permisi sebentar ke toilet, nanti

dia langsung meninggalkan

sangat tidak mungkin untuk menghindari kerja diluar membicarakan pesanan, dalam situasi seperti ini tidak enak jika tidak minum, entah itu pagi hari atau malam hari, pastinya harus minum untuk menunjukkan ketulusan, hal ini lama lama

kerjanya tadi

berencana ingin masuk dan membasuh muka, siapa yang mengira belum sampai dia di dalam, tiba tiba dari dalam toilet mendengar

kondisinya sendiri, sampai sok sok an mau menghidupiku? Apa aku terlihat seperti membutuhkan

pergi, tiba tib mendengar suara itu kembali, "Samira menurutmu Cassie itu orang yang seperti itu?

tubuh Wawan seketika menghentikan langkahnya, tanpa disadari dia

lalu ketika dia diculik, bukankah Diana mengatakan Cassie?

mendengar lebih banyak lagi, ternyata benar, dia melihat sosok perempuan yang mengenakan dres warna merah yang sedang berdiri di pojokan

kenapa aku harus berbuat semua ini? Eiii, sudah lupakan saja, aku lebih baik kembali saja! Jika tidak nanti

Bình Luận ()

0/255