Tersanjung

Bab 75 Gadis Bunga

Bab 75 Gadis Bunga

Markus terkejut dan hampir melompat, wajahnya yang kaget itu membalikkan badannya dan melihat Sully, "Ibumu…… dikubur disinikah?"

Sully menggelengkan kepalanya, meskipun dia masih kecil ketika ibunya meninggal, tetapi saat itu dia sudah mempunyai ingatan, dia mengingat dengan jelas bahwa ibu itu dikremasi lalu dikubur di dalam sebuah kuburan, bagaimanapun dia tidak akan muncul disini,

"Kalau begitu ini sangat aneh, dari mana asal kuburan ini?"

Dan masih menuliskan istri tercinta, apakah Jerry sendiri merasa bersalah kepada istrinya karena dia sudah selingkuh, jadi dia menguburnya disini? Tidak masuk akal.

Disaat ketika Markus tidak dapat mendapatkan solusinya, Sully malah berlutut, "Ibu, aku akhirnya menemukanmu,"

Markus merasa bahwa dia hari ini benar-benar sangat mudah terkejut, tiba-tiba dia dikagetin oleh Sully, seperti sekarang.

Dia langsung berlutut, setelah beberapa kali menyembah, dia memejamkan matanya, dan pingsan.

Ini adegan yang mana?

Markus tidak mempunyai cara lain, dia juga berlutut, dan menggendong Sully yang pingsan, lalu mengatakan sesuatu kepada batu nisan itu, "Aku tahu kamu adalah orang yang baik, kamu seperti putrimu, hal di masa lalu itu aku mau berterima kasih kepadamu, dan aku akan membalas budimu."

Saat ini, setelah Markus menyelesaikan kata-katanya, ada sebuah angin yang berhembus dan meniup dedaunan yang rontok.

Markus tersenyum, "Aku akan menganggap bahwa kamu sudah setuju, maka sekarang aku akan membawa putrimu untuk melihat dokter, sampai ketemu lagi."

Sahutnya sambil menggendong Sully, membawanya sampai ke mobil, dan memerintahkan, "Ayuk jalan, ke rumah sakit."

Pengawal itu membalikkan kepalanya dan melihat Sully sekilas, sepertinya sudah pingsan, dia langsung menginjak gas dengan segera.

Sepanjang jalan pengawal tersebut ngebut sampai ke rumah sakit, Markus menggendong Sully dan seperti lari sprint, "Ada dokter tidak, disini ada orang yang pingsan."

Suster dan dokter yang ada di ICU itu mendengar hal tersebut dan melihat ke arah mereka, melihat bahwa ada seorang perempuan yang benar-benar sedang tertidur di pelukan Markus, mereka segera mendorong kasur operasi, "Letakkan dia dengan stabil di atas sana, apakah ada symptoms sebelum pasien pingsan?"

Markus mengingat kembali, "Sepertinya emosinya tadi agak tidak stabil, dan perasaannya agak sedikit sedih."

"Apakah pasien ada allergen?"

"Tidak ada."

"Mohon anda tunggu sebentar, aku perlu melakukan cek dasar padanya."

Sekarang Markus hanya bisa memilih untuk duduk di depan ruang operasi, wajahnya kelihatan sangat tenang, tetapi di dalam hatinya sangat panik.

Tetapi tidak beberapa lama, dokter keluar dari ruang operasi dan membuka maskernya, menggelengkan kepalanya kepada Markus,

hatinya terdapat

yang sangat menyedihkan itu, dan merasa aneh, "Istrimu itu hanya hamil, kamu perlu sampai begini

Markus merasa bahwa kepalanya seperti disambar petir, menggosongkan di luar

maksud, dia, hamil? Hamil yang sesuai

dengan jenis ayah yang mana saja, ketika dia melihat Markus yang

aku sudah mau menjadi ayah!!! Ternyata

sangat senang dan hampir dia melompat-lompat, untung saja dokter dengan cepatnya menggenggam tangannya, "Jangan senang terlalu cepat, seperti perkataanmu tadi, emosinya tidak stabil, badannya

dengan tidak ragunya membuka mulut,

yang dapat menyehatkannya, hanya dengan tubuh yang sehat, baru ada tenaga untuk melahirkan anak,

menganggukkan kepalanya seperti memotong bawang, senyuman yang ada di wajahnya bagaimanapun tidak

"Kamu sudah mengingat semuanya?"

ingat, dok, berikan aku ruang VIP yang paling bagus,

melihat dia yang begitu senang, dengan alaminya melanjutkan kata-katanya, "Sebelum kandungannya stabil, kamu harus

ini, Markus bagikan batu yang

kedepan kamu harus lebih

menganggukkan kepalanya, "Sudah tahu dok,

saja, noh, dia sudah

mengikutinya dengan

melihat plafon putih yang ada di depan matanya itu, ada perasaan bahwa dia

"Air……" Mulutnya sangat kering.

saja kali ini ada sebuah jin Aladdin yang ada di sebelahnya, apapun

ada secangkir air yang diantarkan kedepannya bersama sedotan, orang itu juga sangat peduli mengangkat kepalanya

hati Sully dia merasa ini sangat enak, kemudian dia mencoba dan menjerit,

langsung, orang yang ada disebelah itu mengantarkan makanan, Sully melihat sekilas,

perutnya tiba-tiba ada perasaan mual, membuatnya

tentu saja tidak ada apa-apa yang bisa

itu langsung menarik kembali hamburger itu, tangannya

Sully tidak berekspresi dan membuka matanya, ternyata orang yang di sebelahnya

seteguk air lagi dan baru bertanya, "Ada

dia menjawab, "Dokter bilang kamu sudah

menjawab ya, dia sepertinya mencurigai pernyataan

setengah terpaksa dan setengah lembut membantu menyelimutinya,

menggelengkan kepalanya, "Tidak mau lagi, tadi barusan saja aku bermimpi, di dalam mimpi ada seorang anak kecil yang terus menerus memanggilku ibu, itu

berhenti sebentar, kemudian

gadis bunga, bagaimana bisa

Markus tersenyum melihatnya,

ada sedikit malu, dengan segera dia membalikkan kepalanya ke sisi lain,

kekhawatiran, mimpi itu, apakah itu yang

Bình Luận ()

0/255