My Dear Lawyer

Bab 88 Makan Di Kantin

Bab 88 Makan Di Kantin

Darlene melihat meja yang ada di depannya, mendesah, kelihatannya dia benar-benar akan bekerja dibawah tatapan Yose.

Semoga Yose sama seperti yang dikatakan Hary, semuanya akna baik-baik saja.

Dari pagi sampai sekarang, Darlene sudah diamati orang-orang bagaikan monyet, Darlene merasa senyumannya sedikit kaku, untungnya saat istirahat sudah hampir tiba.

Dia janjian bertemu dengan Lina di kantin karyawan.

"Darlene, jam makan siang sudah tiba, apakah kamu ingin pergi ke kantin bersama." Hary tersenyum menghampirinya dan bertanya.

Darlene dengan halus menolak, "Tidak perlu kak Hary, aku suda janjian dengan teman."

"Teman? Darlene begitu sudah sudah ada teman yah." Hanya dalam waktu yang begitu pendek sudah ada orang yang mulai mendekati Darlene, dia benar-benar ingin melihat siapa itu.

"Bukan, adalah teman diatas dari kantor majalah." Darlene dengan tidak mengerti melihat ke arah Hary, kenapa dia merasa nada kak Hary terdengar kesal.

"Oh oh, begitu yah, kalau begitu sampai jumpa nanti, hari ini semua orang sangat sibuk, setelah istirahat, aku akan memperkenalkan karyawan lain padamu." Hary melihat Darlene sudah berkata seperti itu pun tidak enak untuk mengikutinya lagi.

"En, baik." Darlene menganggukkan kepala.

Hary pun ditarik orang lain.

Darlene membereskan mejanya dan ikut naik lift dengan orang-orang menuju ke kantin di lantai 2, tidak peduli perusahaan di lantai berapa, semua kantin karyawan ada di lantai 2.

Demi memudahkan komunikasi dan hubungan dalam internet, setiap laptop orang bisa membuat sebuah id yang bisa menggunakan nama yang disukai masing-masing.

Kebanyakan lebih kehidupan.

wanita yang belum

ini sekarang sangat biasa

kartu, dia dengan suara malah berkata, "Darlene,

Darlene dengan

menarik pandangan banyak orang, ada yang terpesona, cemburu, menatap,

sedikit tidak

ke kebun binatang yah, atau kita adalah binatang yang khusus untuk di lihat,

mereka berdua, seperti melihat sesuatu

Lina, kita barusan datang, orang-orang tidak pernah melihat kita, ini sangat normal,

mendengus dan menarik Darlene pergi berbaris mengambil

tangan paman yang memberikan makanan di kantin juga tidak bergetar dan juga bersemangat, memberikan mereka berdua makanan

paman." Ferlina dengan

sudah terlalu kurus, makanlah

dengan sopan menganggukkan kepala

dibelakang

kenapa mereka diberikan begitu banyak,

aku juga mau

dengan marah menjerit, "Kalau kamu adalah wanita cantik, aku juga akan lebih menjagamu,

pun terdiam, seumur hidup ini dia tidak bisa menjadi

yang berbaris pun

menjadi galak dan mengambil sayur, tidak ada

benar-benar tidak apa-apa?" yang Darlene maksud adalah paman yang marah apakah

memberikan sayur, kantin ini sudah dikontrak olehnya, dan hubungannya dengan

menarik Darlene pergi mencari tempat duduk dan

bukan datang bekerja, tapi datang menjadi mata-mata." Darlene tidak mengerti, Ferlina barusan datang

lanjut berkata, "Kamu kira begitu mudah berada di tempat kerja, tentu saja harus mencari tahu berbagai hal, ini adalah kantin karyawan biasa, lihat sana, naik dari

Bình Luận ()

0/255