Presdir Galak!

Bab 758 Cinta Yang Keras Kepala

Bab 758 Cinta Yang Keras Kepala

Ketika Wisnu ingin mendekatinya, dia langsung dihardik oleh Anissa, "Jangan kemari, jangan mendekat, kalau tidak aku akan menabrakkan kepalaku ke dinding!"

Wisnutidak berani bergerak karena dikagetkan olehnya, jadi dia hanya berdiri di sana, tidak bisa mendekat atau pun menjauh.

"Mengapa kamu mengambil ingatanku?" tanya Anissa agak serak, seperti sedang terisak.

Wisnu yang mendengar ini merasa hatinya sakit, tapi bagaimana dia menjelaskannya?

"Anissa, bukan aku yang mengambil ingatanmu, kamu sebenarnya memang milikku. Kita saling mencintai, ingatkah kamu? Namun, demi seorang pria yang tidak pantas kamu cintai, kamu meninggalkan aku, jadi aku harus membuatmu kembali padaku. Hanya inilah satu-satunya cara yang dapat berhasil," kata Wisnu menjelaskan, dia merasa jawabannya sangat masuk akal, tetapi bagi Anissa yang mendengarnya penjelasan itu sangat konyol dan lemah.

"Saling mencintai? Kamu malah bertanya apakah aku ingat? Berkat kamu, bagaimana bisa aku mengingatnya, bagaimana mungkin aku ingat!"

Suara Anissa hampir seperti meraung dan bergema di seluruh ruangan.

Wisnu tertegun ditanyai seperti itu olehnya, benar juga, bagaimana mungkin dia masih ingat kalau mereka saling mencintai.

"Tetapi, asalkan kamu berada di sisiku, kamu akan jatuh cinta lagi denganku! ”

***

Anissa merasa Wisnu itu keras kepala, Wisnu bersikeras merasa kalau dia adalah miliknya, tetapi Wisnu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaannya.

"Kamu jangan gila lagi, aku bukan milik siapa pun. Aku bukan milikmu, tidak peduli apakah aku pernah mencintaimu atau tidak, sekarang sudah tidak mencintaimu lagi. Apakah kamu telah mendengar kata-kataku dengan jelas?"

"Bos, sepertinya Nona Shen tidak akan bangun untuk sementara waktu. Nona Wu di sana..."

Acong yang di sebelah mencoba mengingatkan Lukman.

Benar juga, dia telah berjaga di sini selama berjam-jam, tetapi entah apa yang terjadi dengan Anissa di sana.

Lukman selalu merasa tidak ada yang tidak bisa dilakukan olehnya, tetapi dia sekarang baru merasakan apa yang disebut tidak dapat memisahkan tubuh untuk melakukan sesuatu yang berbeda.

Di sini, adik perempuan yang belum pernah ditemuinya selama sepuluh tahun yang sedang dalam kondisi kritis, di sisi lain adalah wanita yang dicintainya sedang dalam bahaya.

Apa yang harus dia lakukan.

"Benar, Bos, cepat kita pergi untuk melenyapkan si tua Ouyang itu," kata Farhan dingin mendongakkan mata merahnya.

"Acong, apakah semuanya sudah siap?"

Sorot mata Lukman tidak pernah meninggalkan wajah pucat terbaring di ranjang rumah sakit itu.

"Ya bos, semua sudah siap, siap untuk berangkat."

Lukman berpikir, si rubah tua Ouyang itu pasti telah mempersiapkan jebakan besarnya menunggu dia untuk masuk.

Namun, walaupun itu gunung pisau dan lautan api, demi Anissa seratus atau seribu pun dia bersedia melewatinya.

tidak bisa dilewati oleh dia, Lukman?

di sini, tidak

memandang ke arah Farhan, matanya sempit panjangnya

boleh? Aku harus pergi!"

Karena beberapa hari ini dia tidak tidak makan dan tidur dengan

Tuan Muda Gu, lihatlah penampilanmu itu, bagaimana mungkin kamu masih bisa bertarung, pada saatnya nanti malah kami yang harus melindungimu," bujuk Acong, dia tentu memahami niat Lukman.

ya tinggal, Kianny perlu seseorang untuk menjaganya, aku tidak ingin

Kianny, kemudian membalik

mengerti maksud Bos? Kamu lebih baik tetap di sini untuk menjaga Nona Shen. Hanya seorang si tua Ouyang saja, dulu kita telah berhasil mengalahkannya sekali, sekarang pasti bisa mengalahkannya dua kali, jangan khawatir!

bahu Farhan mengikuti Lukman dan

yang tidak percaya akan hantu atau pun dewa, ternyata

cepat bangun dan tolong berkati gadis

di sudut tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia tahu

untuk menyelamatkanmu, benar kan?"

yang berada di sudut, dia seperti dapat melihat

"Bukan urusanmu!"

ini, dia merasa Wisnu benar-benar rendah menggunakan cara seperti itu untuk membuatnya

kamu telah salah paham,

menundukkan kepalanya, terlihat seperti sangat

***

marah kepadanya, diabaikan seperti ini lebih membuat Wisnu kecewa

waktu itu kita begitu saling mencintai, tetapi pada saat itu aku terlalu lemah, tidak tahu harus bagaimana untuk melindungimu sehingga membuatmu mengalami banyak penderitaan, aku merasa aku bukan seorang pria, tetapi cintaku padamu tidak pernah berkurang."

mengangkat kepalanya menatap Anissa yang masih tanpa ekspresi

pantas untumu, dia bukan seperti yang

panik, dia merasa bahwa dia harus memberitahu segala sesuatu tentang Lukman kepada

dia pasti akan membencinya sehingga akan meninggalkannya.

telah benar-benar terjebak dalam perasaan

keluar, dia telah ditarik semakin lama

masih tidak menjawab, dia tidak

aku akan memberitahumu segalanya yang kamu tidak tahu."

sebuah senyuman,

adalah untuk mengembalikanmu ke sisiku, asalkan kamu berada di sisiku, kamu pasti akan jatuh cinta

untuk menahan diri, tetapi ketika mendengar

katakan, apa yang dimaksud dengan menyembunyikannya.

untuk tidak memberitahumu, dia kira kamu kehilangan ingatan berarti juga telah kehilangan masa lalu."

Wisnu membuat Anissa

membuatmu melihat wajah asli dari orang

ingin berpura-pura menjadi

kamu tahu? Kamu adalah anak yang dilahirkan Ahmad di luar

mendenga kalimat ini dia merasa otaknya berdengung, kemudian

menahannya, dia tidak ingin orang itu

Setelah ibumu meninggal, kamu terpaksa tinggal bersama dengan keluarga

katakan lagi!" teriak Anissa

Bình Luận ()

0/255