Pria Keberuntunganku

Bab 276 Tidak Menyambut Kedatanganku?

Bab 276 Tidak Menyambut Kedatanganku?

Mendengar jawaban dari Hilda, wajah Cassie seketika berubah masam, dia awalnya ingin meminta Hilda untuk membujuk Jeff pulang, tetapi malah Hilda sendiri juga tidak bisa menghubunginya.

Hilda mendesah pelan, "eii, aku datang kesini juga untuk mencarinya, tidak disangka anak itu! Bayangannya saja tidak kelihatan!"

"ma... mama kenapa mencari Jeff?" Cassie bertanya lugas.

Hilda yang ditanya seperti ini wajahnya tiba tiba terlihat tidak mengenakkan, dia tidak terlalu ingin menjawab, tetapi setelah mempertimbangaknnya, dia akhirnya memutuskan untuk menjawabnya, "Cassie, kamu tau tidak, ibu ibu sosialita yang akhir akhir ini selalu bersamaku, mereka selalu ribut membicaraan masalah orang lain, dan tanpa dasar yang jelas mereka membicarakanku, aku duga ada seseorang yang mengompor ngompori dibelakang, aku ingin bertanya tanya kepada Jeff, tepi dia malah tidak dirumah."

Cassie yang mendengar penjelasan Hilda langsung mengerutkan keningnya, sepertinya dia pernah mengalami masalah seperti ini juga.

Beberapa waktu lalu kabar perselingkuhannya terkuak, hingga membuat beberapa iklan menarik diri dan memutuskan kontrak, hingga sampai membuat Jeff marah besar, dia meminta seseorang untuk menyelidikinya, tetapi tidak menemukan apapun sampai akhir.

Jangan jangan orang yang menyebarkannya adalah orang yang sama?

Cassie menggunakan otaknya berpikir keras, dia tiba tiba terpikirkan orang yang dicurigai, dia menjadi bereaksi sedikit berlebihan hingga tangannya langsung menggenggam erat tangan Hilda, "ma, sepertinya aku tau siapa yang bisa berbuat seperti itu."

Hilda seketika menjadi tertarik, dan terbawa Cassie langsung bertanya balik, "kamu tau siapa orangnya?"

"akhir akhir ini begitu banyak terkuaknya berita buruk, aku juga memerintahkan orang untuk menyelidikinya, tetapi tetap tidak menemukan hasil, ini belum berlalu lama, tetapi sudah muncul lagi berita mama, ini jelas jelas menandakan bahwa mereka sedang mengincar kita!" Cassie melihat Hilda dengan dalam, "menurut mama, sekalin keluarga Pratama masih bisa siapa lagi?"

Kedua orang itu saling berpandangan dalam, seketika pikirannya terbuka.

selain Fred mungkin tidak

hari juga tidak merepotkannya,

ditunjukkan di wajahnya, dia kemudian berkata dengan licik, "jika dia bisa berbuat baik kepada mama malah jatohnya jadi aneh, mama

dengan kebencian, "ternyata seperti itu, maka jangan salahkan aku jika aku nanti tidak berbelas

melihat Hilda yang mulai kesal, Cassie mulai menambahkan minyak dalam kobaran

menaikkan pandangannya melihat ke arah Cassie, "kamu juga itu

dari wajah Cassie yang mulai kebingungan, "ma, masalah aku pura pura

jujur kepada Hilda, yang jelas mereka sama sama perempuan, meskipun dia berbohong, dia juga tidak bisa menyembunyikannya dari mata Hilda, ditambah lagi mereka pada dasarnya memang sama sama licik, dan berani melakukan

yang mengetahui kenyataannya juga tidak begitu menyalahkannya, makah Hilda masih memintanya

Bukankah sudah kamu sembunyikan baik baik? Aku dari awal sudah menyuruhmu untuk segera mengakhirinya, kamu yang tidak mau

"semua ini karena Diana si wanita jalang itu!" Cassie geram hingga menggertakkan giginya, ‘aku sebenarnya sedang mencari kesempatan untuk mengurusnya, tetapi kedua orang suruhanku terlalu bodoh, akhirnya rencananya gagal dan ketahuan! Dia juga memergokiku memberikan kartu atm kepada dokter

juga kepada Cassie, "sudahlah,

mungkin akan sedikit lebih mereka." Cassie berkata sambil mengajukan pertanyaan, "tetapi

Anakku setiap hari sibuk bekerja diluar, jika kadang kadang dia tidak kembali 2 3 hari maka itu wajar, kamu yang begitu santai dirumah lebih baik membantunya melancarkan bisnisnya, jika saat nanti pekerjaannya lancar, dan tau kamu melakukan semuanya

sorot mata Cassie menjadi begitu berbinar, "iya! Jika pekerjaannya lancar, maka jika kembali dia akan

harus lebih pengertian kepadanya, jika dia merasakan

sudah paham!" Cassie dengan gembira seakan habis menang lotre saja, dia memiliki rencana di dalam

Cassie langsung mengambil teleponnya, dan menghubungi seseorang, "William, kakak ingin meminta tolong akan sesuatu, ada waktu tidak? Kita bertemu untuk

dan setelah begitu sibuk beberapa waktu ini, proyek tim perencanaan akhirnya sudah

Diana akhirnya bisa bernapas lega, dia melihat

tersenyum, "oh iya, tahap pertama sudah selesai, kita

Bình Luận ()

0/255