Prince Please Don't Chase Me

Bab 80 Melepaskan Diri

Bab 80 Melepaskan Diri

Tidak boleh! Tidak boleh!

Apa sebenarnya jodohku dengan dia.

Seperti mimpi yang sangat panjang, dia sudah pergi, saat ini hanya tinggal kamu sendiri! Mungkin dia mengira kamu sudah mati.

Aku segera menuntup wajahku dengan selimut, berusaha tidak mengingta dia.

Mimpi itu terus mengelilingiku, mungkin senang atau sedih.

Aku dikamar ini, hampir tidak keluar, Andi selalu datang melihatku setiap hari, tetapi dia jarang berbicara, datang melihatku dan menanyakan kabarku saja.

Kadang pada saat dia sibuk, dia juga menyuruh pelayannya datang melihat kondisiku.

Pada saat melihat pelayannya aku baru tahu kami sudah meninggalkan bukit itu dan tinggal dipenginapan.

Hari ini, hari baru mulai terang, terdengar suara ketukan pintu, aku pikir mungkin pelayan datang melihat kondisiku.

"Nona, bagaimana lukamu?"

Ternyata, perkataan pelayan pertama adalah itu.

Aku tersenyum melihat kearahnya, berdiri dan berjalan kearahnya.

Mataku sudah lebih baik, hanya saja belum melihat degan jelas.

"Sangat baik, terimakasih."

Beberapa hari ini, kau menjadi sangat dekat dengan pelayan disana dan sering bercanda.

Pelayan meletakkan peralatan mencuci muka keatas meja, aku sambil meraba peralatan itu sambil bertanya kepada pelayan.

"Apakah Andi ada pulang?"

"Kemarin dia sudah pergi."

maksudnya apa?"

itu memegang kepalanya, "Kemarin aku ingin memberitahukan

bilang kapan

Aku segera bertanya.

bilang dia tidak akan kembali lagi, dia ingin aku memberikan ini

mengeluarkan kantong dari

mengambilnya, didalamnya

terkejut, untuk apa Andi

dia mengatakan sesuatu

perlu memperdulikan dia, penginapan ini bisa tinggal dua bulan, perak ini untuk kamu keperluan

"Apa?"

mendengar perkataan

yang

aku dengan Andi? Dia adalah

tempat tidur dan duduk, berfikir

perasaan yang

merasa ada

dan melihat perak ditanganku, setelah itu melihat sekelilingku,

ada perampok, sekarang aku tidak perlu takut lagi,

sangat tiba-tiba, aku sulit menerimanya,

keluar dari istana, dan berpisah dengan Edo, mungkin dia pikir aku sudah mati, dan tidak perlu

banyak hal, segala cita-citaku setelah

ini nyata? Aku tidak sedang

apa yang terjadi,

"A, sakit!"

bukanlah mimpi, sekarang aku mempunyai banyak perak, dan tidak perlu kembali keistana.

Aku tersenyum bahagia.

"Semua ini nyata, hahaha...."

pelayan melihat aku dengan khawatir, tidak tahu harus berbuat

apakah kamu baik-baik

ekspresi berbeda, tersenyum dengan dingin dan berkata, "Aku paling benci wanita

tersenyum, airmata jatuh

ini sepertinya perpisahan segala

Bình Luận ()

0/255