Bab 176 Peluk Aku

Ini adalah pertama kalinya Yan Wan melihat Huo Lichen sakit dan lemas seperti ini. Hal ini membuat Yan Wan sedikit cemas.

Yan Wan tidak banyak berpikir lagi dan langsung bertanya, "Mau aku bagaimana baru kamu bisa enakan?"

"Peluk aku."

Huo Lichen berkata dengan nada yang sangat kecil. Badannya yang besar itu sudah tidak bisa berdiri dengan stabil dan hampir terjatuh.

Yan Wan merasa Huo Lichen pasti tidak bisa menahan dirinya lagi. Kemudian dia berlari ke arahnya dan langsung memeluknya.

Setelah dia memeluknya, Huo Lichen seolah mendapatkan sebuat izin yang tidak jelas untuk memeluknya dengan erat dan langsung menciumnya. Kemudian mereka berdua terjatuh bersamaan.

Kali ini rasanya lebih ganas dari sebelumnya, tetapi entah kenapa kali ini rasanya juga sedikit lebih pelan.

Hal itu membuat hatinya buyar dan kacau-balau.

Yan Wan pun tercengang dalam sesaat. Setelah pikirannya sadar, dia baru tahu ternyata dia sedang dicium oleh Huo Lichen.

Pria ini benar-benar tidak bisa mengontrol diri dan terlihat sangat gegabah.

Di dalam kepala Yan Wan seolah ada sebuah benturan keras "Bong". Setelah itu dia baru sadar dan paham sebenarnya apa yang diinginkan Huo Lichen.

Tetapi, bagaimana boleh?

Yan Wan ingin memberontak, tetapi Huo Lichen sama sekali tidak memberikan sedikit kesempatan pun untuknya memberontak. Huo Lichen langsung memeluknya dengan erat dan langsung mendorongnya ke arah dinding.

Punggung Yan Wan yang terbentur ke dinding itu pun mengeluarkan bunyi "Pak". Setelah itu, kamar mereka pun diselimuti kegelapan.

Semua orang tahu, gelap adalah saat di mana semua indra manusia menjadi semakin sensitif.

Huo Lichen mendorong ke arah Yan Wan dengan sangat kuat. Dia tiba-tiba berubah seperti seekor kuda liar yang baru berhasil bebas dari kandangnya dan langsung berlari keluar.

Kegilaannya itu tidak dapat dideskripsikan.

Di dalam kegelapan itu, Yan Wan tidak bisa melihat apa-apa dan yang ada di dalam otaknya itu juga hanya kegelapan.

Dia dapat merasakan ciuman Huo Lichen yang liar. Ciumannya itu bermula dari mulutnya lalu ke dagunya, lehernya dan ....

Ciumannya yang hangat itu membuat sekujur tubuh Yan Wan melemas.

Saat itu, Yan Wan sudah hampir kehilangan semua tenaganya. Dari tubuhnya mulai muncul sebuah perasaan yang asing.

Naruliahnya menyuruhnya untuk terus menemaninya dan berada di sampingnya agar dia bisa mendapatkan sesuatu yang lebih banyak lagi.

yang dipenuhi

Wan pun terjatuh ke atas tempat tidur. Kemudian ada sosok seorang pria

loyal itu terlihat semakin kuat

samar-samar lalu merasa seolah ada

yang remang-remang, pria itu menimpah dan menjelajahi tubuhnya dengan

iblis yang keluar dari mulut pria itu pun terdengar jelas di telinganya dan terus berputar di dalam

cari masalah denganku, itu berarti harus berani membayar

Harganya.

Bayaran pertama yang dibuatnya.

ini, sosok Huo Lichen yang ada di depannya ini seolah bertumpang tindih dengan sosok

yang sama, rasa

menegang, dia tidak bisa membedakan apakah dia masih berada di dalam mimpi

di

tubuhnya mulai menegang

terdengar seperti suara orang yang hendak menangis, "Jangan

Lepasin!

Jangan sentuh dia.

Lichen,

perdagangan dan dia juga tidak ada

hancur berantakan. Dia seolah masuk ke dalam jurang yang

yang ada di dalam tubuhnya itu seolah sudah membakar dirinya menjadi abu, tetapi dia tetap berusaha untuk sabar dan menunggunya.

dia masih

merasakan tubuhnya yang bergetar dan suaranya yang ketakutan.

"Yan Wan ...."

sambil membawa perasaan kecewa yang amat dalam. Tetapi dia masih tetap berusaha untuk menahan

Lichen dengan nafas pria malam

Hanya saja dia merasakan sekujur tubuhnya mulai bergetar seolah hendak terseret ke

aku ... huhu, kenapa kamu

dan air matanya pun mulai menetes

itu seperti bintang kejora yang ada di tengah langit yang gelap. Air matanya itu memancarkan cahaya yang silau

Lichen sudah

langsung turun dari kasur dan berjalan ke kamar

terdengar suara pintu kamar mandi

merasa lega. Lalu Yan Wan berusaha untuk merangkak ke sisi kasur. Setelah lewat

masih diselimuti kegelapan, tetapi batu besar yang memberikan

di situasi yang sama, hanya

ratusan sampai ribuan kali, tetapi akhirnya ada sekali dari mimpi itu yang terpecahkan

kasur

bergetar itu

"Huo Lichen, makasih."

Bình Luận ()

0/255