Contracted Marriage 30 Days

Bab 177 Pria Mengejar Wanita

Bab 177 Pria Mengejar Wanita

Dari dalam ponsel itu terdengar suara Qin Chu yang sepertinya sedang melakukan sesuatu. Suara nafasnya terdengar sangat berat.

Yan Wan tidak peduli begitu banyak lagi dan langsung berkata, "Tuan Qin, Huo Lichen ada sedikit masalah, kamu cepat datang."

"Dia kenapa?"

"Aku juga nggak tahu, tapi pokoknya dia kelihatannya lumayan parah. Kamu cepat datang, cepat."

Yan Wan pun terus mendesaknya dan suaranya itu terdengar penuh dengan kekhawatiran.

Qin Chu yang mendengar suara Yan Wan pun langsung sadar sepertinya masalah ini lumayan genting, lalu dia berkata, "Nona, anda jangan khawatir, aku segera ke sana."

Selesai bicara, terdengar suara Qin Chu yang beranjak berdiri dan langsung mengambil jasnya lalu menutup teleponnya.

Setelah menutup telepon itu, Yan Wan pun langsung berjalan ke depan kamar mandi lagi.

"Huo Lichen, kamu tahan sebentar yah, Qin Chu bentar lagi sampai."

Di dalam kamar mandi itu hanya terdengar suara air yang terus mengalir.

Yan Wan pun terus berdiri di depan pintu kamar mandi dengan penuh kekhawatiran. Dia benar-benar takut kalau terjadi apa-apa dengan Huo Lichen di dalam sana.

Di dalam benaknya terus berputar pikiran yang tidak-tidak.

Semalam ketika dia keluar dari kamar, Han Lichen masih baik-baik saja. Setelah dia tahu Yan Xin pulang, dia pun keluar untuk mencari Yan Xin. Tidak lama setelah itu, Huo Lichen pun pulang, tetapi sejak saat itu dia berubah drastis.

Dalam kurun waktu itu, sebenarnya apa yang terjadi?

Tatapan mata Yan Wan pun secara tidak sadar mengarah ke arah obat yang ada di meja riasnya. Dia pun mulai curiga, jangan-jangan Bai Qi datang lagi?

Lalu dia buat apa-apa pada Huo Lichen?

Atau waktu Huo Lichen turun ke bawah, ada sesuatu yang terjadi padanya?

Otak Yan Wan pun terus berpikir yang tidak-tidak sehingga dia tidak bisa tenang. Bahkan sampai saat itu dia sendiri tidak sadar kalau dirinya ternyata begitu khawatir pada Huo Lichen.

Dalam waktu tidak sampai lima belas menit, akhirnya Qin Chu sampai.

Yan Wan malah merasa dia sepertinya sudah menunggu berjam-jam. Mendengar ada suara langkah kaki, dia pun langsung berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu dan menyuruhnya masuk.

ada di dalam kamar mandi, kamu

"Kamar mandi?"

alisnya, ada penyakit apa sampai dia harus bersembunyi di

peduli pada Huo Lichen. Tidak berlama-lama lagi, dia pun langsung berjalan

pintu kamar mandi itu dan berteriak, "Tuan Huo, Qin Chu sudah datang, kamu cepat buka

ada di dalam

suara pria yang sangat rendah,

"Tapi ...."

ingin keluar. Sekarang dia sangat khawatir, dia baru bisa tenang setelah melihat Huo Lichen tidak

sangat keras kepala. Dia

berkata dengan nada rendah dan tegas, "Kamu keluar

Yan Wan mengerutkan keningnya.

Wan. Setelah mendengar suara Huo Lichen

melihat ke arah Yan Wan dengan sopan lalu berkata, "Nona, kalau nggak kamu keluar dulu,

Benar juga.

melihat ke arah kamar mandi dan berkata, "Baiklah, aku keluar

menghentakkan kakinya dengan

terdengar suara orang menutup pintu, pintu kamar mandi

jubah mandi yang longgar dan memperlihatkan bagian dadanya. Bagian dadanya yang terbuka itu terlihat begitu menggoda dan

rambut kepalanya masih ada butiran air

memerah. Wajahnya terlihat tegang dan

saja sudah

yang berwibawa itu masih tetap ada. Dia memerintahkan Qin Chu

musim semi kuat. Cepat

sudah diduga Qin Chu, ternyata Huo

pun tidak gugup atau gegabah sama sekali dan langsung membuka kotak obat yang dia bawa. Setelah itu dia pun meracik obat penawarnya dan berkata, "Obat musim semi kuat itu obat yang dilarang, obat itu lumayan

menutup mulutnya dan

jadi brutal dan

sabaran itu pun mendesaknya, "Cepat

Bukannya seharusnya kamu memulai sesuatu pada Nona Yan

Qin Chu terus menggodanya.

Wan yang sedang nguping dari depan pintu itu pun mendengar omongan mereka. Setelah

pakai obat musim semi kuat. Pantesan tadi itu

begitu besar,

memikirkan hal itu pun tersentak sebentar. Seorang pria kalau bisa melepaskan wanita di saat seperti itu,

hati naluri Huo Lichen tiba-tiba tersadar, atau seperti apa yang dikatakan Qin Chu

Terlalu mencintainya?

Bình Luận ()

0/255