Flash Wedding

Bab 45 Katakan saja kalau Miskin, Aku akan memberimu Uang!

Bab 45 Katakan saja kalau Miskin, Aku akan memberimu Uang!

Disaat itu, Theo Guan sedang di salah satu apartemen didaerah Teluk Wan dan dia sedang mengawasi Christin sambil memasak. Ketika dia menerima panggilan dari Yoora, dia langsung mematikan kompornya dan masuk kedalam toilet.

Dia memandang sekeliling dan memastikan tidak ada orang lalu dia mengangkat telepon itu :" kakak, ada apa?"

"aku tidak boleh meneleponmu kalau tidak ada hal penting?" Yoora berkata dengan nada suara yang tidak baik "apakah kamu baik baik saja disekolah?"

"lumayan baik."

"benar, kamu tidak lari keluarkan?"

"kakak, apakah aku adalah orang seperti itu?" Theo Guan memegang hidungnya. Dia bisa keluar karena dia telah menyelesaikan tugas akhir semesternya lebih awal.

Namun masalah dia mendapat pekerjaan diluar tidak boleh diketahui oleh Yoora. Kalau tidak, dia akan dibunuh.

"kalau begitu, mungkin aku yang salah melihat." Kata Yoora dan Yoora kembali bertanya, :" bukankah kemarin kamu bilang uang jajanmu kurang, kenapa kamu tidak menerima uang yang aku transfer?"

"kemarin aku ingin membeli beberapa perlengkapan dan uangku tidak cukup. Aku sudah meminta kepada ibu." Theo Guan batuk dan tidak nyaman ketika mengatakan itu, "namun temanku member miliknya padaku dan aku tidak perlu membeli lagi."

"perlengkapan seperti itu tidak baik kalau digunakan bersama." Yoora mengira perlengkapan itu merupakan baju ataupun sepatu, "apakah kamu punya waktu luang pada akhir minggu ini? Pulanglah kerumah, aku sekalian membelikan sedikit barang untukmu."

"aku masih belum tahu jelas, aku akan menanyakan sore ini." Sekarang Theo Guan berada diluar sekolah. Jika dia ingin pulang, itu bukan merupakan hal yang sulit. Namun jika dia menyetujui Yoora dengan cepat, Yoora malah akan meragukannya.

"kalau begitu telepon aku nanti, aku akan menjemputmu."

"tok, tok!"

Theo Guan tidak sempat menjawabnya dan pintu toilet itu sudah diketuk keras beberapa kali dan terdengar suara Christin yang sangat tidak puas, "hei, ngapain kamu begitu lama didalam toilet? Cepatlah keluar!"

Yoora dapat mendengar suara wanita itu meskipun tidak begitu jelas. Dia pun bertanya dengan pelan :" kamu sudah pacaran?"

"belum, itu adalah temanku. Kakak, aku tutup dulu ya teleponnya!" dia tkaut kalau Christin kembali berbicara dan membuat masalah ini ketahuan. Theo Guan pun langsung menutup telepon itu dengan terburu buru.

Christin yang berdiri didepan pintu, "Nona Christin, apakah kamu tidak puas

toilet khusus untukku. Kamu hanya boleh memakai toilet dikamar tamu. Kamu

Guan kehabisan

mengira Tirza yang paling aneh, dia tidak pernah menyangka bahwa Christin lebih parah dari Tirza

Guan

ratus dollar uang tambahan. Dari mana dia bisa mencari pekerjaan sebaik ini lagi. Lagipula dia hanya perlu mengemudi mobil dan membantu

berkata dengan sangat tidak puas ketika dia mencium aroma dari

bisa membeli makanan dari

mulutnya "bagaimana boleh bodyguard ku miskin!" setelah mengatakan itu dia kembali ke kamar. Satu menit kemudian, dia keluar

:"passwordnya 1Yoora345Christin. Uang didalam kartu ini kamu boleh

aku hanya disuruh untuk melindungimu dan

begitu, kamu bantu aku untuk menghajar seseorang dan semua uang ini untukmu." Christin mendekatinya dan menarik kera bajunya lalu berkata dengan kasihan :" aku

golf itu, dapat dibilang kehidupan tersusah Christin sudah dimulai.

memikirkan itu, dia sangat ingin membunuh

aku bukanlah preman. Aku tidak akan melakukan hal itu." Theo Guan menepuk tangannya lalu pergi mengambil sepiring nasi dan membawanya

Christin terdiam sebentar.

mengeluarkan ekspresi kasihan seperti itu, biasanya Richard Salim ataupun Reza pasti akan menuruti semua keinginannya. Namun kenapa pria ini

mengambil sebuah pisau dan bercermin pada

hari ini sangatlah cantik. Rambutnya juga

dan menemui Theo Guan. Dia baru sadar bahwa Theo Guan sudah mengikutinya selama beberapa

menggunakan kartu atm nya diam diam dan ada beberapa bodyguard lain bahkan memasang CCTV secara diam diam di kipas angin. Namun Theo memandangnya layaknya

lalu berkata kepadanya :" kamu

makanan yang ada didalam mulutnya. Wajahnya seketika pucat dan dia langsung menelan kembali semua makanan itu setelah

Christin, aku masih

mendekatinya sambil mengangkat pisau yang ada pada tangannya seperti ingin menancapkan pisau itu ke leher Theo , :" apakah aku tidak cantik? Kenapa kamu

"…."

memandang wanita lain." Theo Guan berbohong dan

tetapi kamu juga sangatlah miskin. Ternyata kamu memiliki

Bình Luận ()

0/255