One Hundred Days

Bab 113 Ayah dan Anak Bertemu, Bicarakan Baik-Baik

Bab 113 Ayah dan Anak Bertemu, Bicarakan Baik-Baik

Setelah itu, Wen Ruoqing langsung mengunci pintu kamarnya tepat di hadapan Ye Sichen.

Kemudian.....tidak ada kemudian....

Ye Sichen menatap ke arah pintu yang tertutup rapat itu, dia bengong, memandanginya dengan tatapan kosong....

Dia tidak berani mempercayai apa yang barusan terjadi, dia diusir olehnya begitu saja? Dia mengusirnya dengan tidak berperasaan seperti ini?

Ye Sichen berdiri di luar pintu, diam-diam dia menarik nafasnya, dan menghembuskannya, dia berusaha untuk menenangkan dirinya, meskipun dia menikah dengannya belum lama ini, tetapi, dia sangat mengenal wanita itu.

Dengan wataknya yang seperti itu, semakin dia memaksanya, dia akan semakin menjauh, jadi, dia tidak boleh gegabah.....

Dia sudah menikah dengannya lagi, dia tidak perlu tergesa-gesa, masih ada banyak waktu untuk membuat wanita itu ‘membayar’ semuanya.

Saat tiba waktunya, dia harus membayar semua yang telah dia lakukan, baik itu dulu, maupun sekarang! !

Di dalam kamar, Wen Ruoqing menunggu beberapa saat, saat sudah tidak ada pergerakan apapun di luar kamar, dia baru bisa menghela nafas lega.

Dia mengambil beberapa helai rambut Ye Sichen dan kedua anaknya untuk melakukan tes DNA, hasil tesnya membuktikan bahwa Ye Sichen bukanlah orang yang sama dengan pria 5 tahun yang lalu, dengan fakta ini, seharusnya dia merasa lega, tetapi mengapa dia malah merasa tidak nyaman?

Dan juga, dia tidak mengerti mengapa Ye Sichen bersikeras untuk menikah dengannya, terakhir kali saat dia datang ke kediaman Ye, jelas sekali bahwa Kakek Ye dan Nenek Ye sangat tidak menyukainya, sebenarnya, dengan kondisinya yang seperti ini, respon yang diberikan oleh mereka memang wajar.

Dari awal dia memang sudah menduga hal ini, kalau dia saja bisa menduganya, Ye Sichen pasti bisa menduganya juga.

jelas sekali bahwa niatan Ye Sichen menikahinya demi untuk mendapatkan saham di perusahaan milik keluarganya sama

memahami alasan mengapa

tujuan lain? Kalau benar begitu, maka

tidak boleh terperdaya olehnya!

sedang memikirkan hal ini, handphonenya tiba-tiba berdering, dia melihat ada sebuah panggilan video

Ruoqing sudah tidak mendengar pergerakan dari luar kamar, tapi dia masih merasa

tersebut terhubung, langsung terdengar suara Baby Zixi yang lembut, suaranya sangat merdu

Wen Ruoqing

untuk keluar dari kamarnya, dan Ye Sichen tidak melakukan apapun terhadapnya, tetapi, kalau dia keluar

bagi ibu, jadi ibu harus menemaninya dengan baik, Zixi bisa tidur sendiri kok. " Tadinya Wen

bergetar, dia

merelakan ibu, merelakan ibu untuk selalu menemani suami ibu, kalau ibu menemaninya dengan baik, dan dia merasa senang, maka dia akan menyukai kami. " Zixi mengatakan semua hal yang dikatakan oleh kakaknya kepadanya secara utuh, tanpa

perkataannya, mengapa dia merasa bahwa kedua anaknya itu sedang menjualnya?

membuat suami ibu senang, jangan sampai membuatnya marah ya. " Zixi memerintahkan Wen Ruoqing seperti ini karena dia merasa sangat khawatir. Ah, Wen Ruoqing benar-benar

"....."

Ruoqing tidak tahu harus berkata

Tang Zixi tidak menunggu jawaban

sudah terputus itu, dia tertegun untuk sementara waktu, Zixi, anaknya yang paling manja dan paling dekat dengannya itu langsung

mempercayai hal ini!

lagi? " Saat Tang Zixi baru memutuskan panggilan teleponnya, Tang Zhimo sedang berjalan ke arahnya, begitu dia melihat ekspresi wajah Zixi, dia bisa menebaknya dengan benar.

mengatakan beberapa kalimat saja lalu langsung menutup teleponnya, dan

Bình Luận ()

0/255