Poor CEO

Bab 63 Jangan tinggalkan aku

Bab 63 Jangan tinggalkan aku

Tubuh Raline terasa panas dan nafsu itu menyiksanya sampai hampir tidak tahan lagi.

Dia memeluk leher Nicholas Sanjaya dengan erat, sedang memohon di samping telinganya.

Mendengar suara ini, mana mungkin sama seperti Raline biasanya?

Nicholas Sanjaya menggerutkan dahi, dia lebih kurang sudah tahu. Cara keji seperti ini, dia sudah sering melihatnya. Tapi tidak menduga, Raline bahkan dijebak orang, ini membuatnya sangat marah.

Dia memeluk pinggulnya, langsung menggendong Raline.

Lalu memberikan sebuah tatapan tajam pada Tito, orang dibelakangnya itu langsung menjawab dengan menganggukkan kepala.

Nicholas Sanjaya pun menggendong Raline pergi dulu, membiarkan Tito membereskan masalah ini.

Di dalam mobil off-road hitam, Nicholas Sanjaya membuka semua tempat duduk belakang, agar Raline bisa berbaring dengan nyaman. Tapi, tubuhnya sudah berbaring di sana, namun tangan yang memeluk leher Nicholas Sanjaya masih tidak ingin dilepas.

??Raline, lepaskan, aku akan membawa kamu ke rumah sakit sekarang.?? Wajah Nicholas Sanjaya memucat.

??Tidak..tidak mau, aku tidak mau ke rumah sakit...?? Raline kadang sadar kadang tidak, ??Rumah sakit tidak baik.....kalau kelihatan tidak baik....??

Setelah berpikir Nicholas Sanjaya juga merasa benar, rumah sakit ada banyak orang, Raline adalah wanita, kalau salah memakan barang seperti ini, orang lain akan memandangnya dengan tatapan seperti apa?

Jadi dia sudah memiliki jawaban.

??Baik! tidak pergi ke rumah sakit, pergi ke tempatku.?? Nicholas Sanjaya berkata, menyodorkan tangan menarik tangannya.

Tapi sepasang tangan yang lemas itu juga tidak tahu darimana tenaganya, memeluknya dengan begitu erat.

??Raline.?? Suara Nicholas Sanjaya terdengar rendah.

Wanita yang ada di pelukannya menggerang, tiba-tiba mengangkat kepala dan mencium bibirnya.

Nicholas Sanjaya hanya merasa otaknya berdegup kencang, bibirnya dipenuhi dengan aroma dari tubuh Raline.

Tidak boleh!

Sanjaya langsung memusnahkan nasfunya, melepaskan tangannya dengan kuat, dia pun seperti melarikan

perlahan, mobil pun berbelok

dia menggebdong seorang wanita kembali, ekspresinya sudah tidak begitu terkejut seperti pertama

dalam, bahkan tidak mengganti sepatu

pelukannya, saat ini mulai tidak diam

Mengigit, menarik, memijat, mengelus...

ditubuh Nicholas Sanjaya, meninggalkan bekas

adalah pria normal, dan juga sudah berada pada usia semestinya, bagaimana mungkin bisa menahan godaan

sama sekali tidak berpikir dan mengangkat Raline, membawanya ke ruang pemandian tertutup di bawah

tapi merasa tidak begitu

seluruh tubuhnya dan hanya tersisa kepala berendam

tubuh Raline gemetaran, dia pun

membantah di dalam air, membuka matanya yang

menganggukkan kepala, setelah itu berjalan ke samping,

sini, bawa obat penawar kemari....obat apaan lagi, obat penawar yang setelah wanita

bersandar di samping

sekali, rasa kantuk

dan membalikkan tubuh, melihat Raline bersandar di samping bak dan tertidur benar-benar merasa tidak tega. Dia menghampirinya, menarik seluruh tubuhnya keluar, mengambil handuk di samping dan duluan menggelap rambutnya, setelah itu memalingkan tubuh

ke kamar,

bersiap-siap untuk pergi

pria yang berotot tiba-tiba mengetat, dia menundukkan kepala dan melihat 2 tengan kurus yang memeluknya dengan erat. Setelah itu, wanita cantik dibelakangnya pun berdiri dari ranjang, perlahan bergerak

akhirnya tahu, apa namanya

pakaian mereka berdua, Nicholas bahkan bisa merasakan

Tubuhnya kembali memanas lagi.

Suara Nicholas Sanjaya dengan jelas

obat mana mungkin mendengar perintahnya, memeluk lehernya, mulai mencium pipinya. Bibir yang lembut menempel pada wajahnya dan mengeluarkan suhu dan sentuhan,

badan dan menekan orang

terdengar memperingati,

dari ucapannya juga terdengar seperti ??tidak

Nicholas Sanjaya selesai berkata, dia pun memalingkan tubuh dan kembali bersiap-siap

belakangnya

berdiri, kembali

kali ini tidak membuatnya duduk, namun menekan seluruh tubuhnya di ranjang. Lalu

Bình Luận ()

0/255