Tersanjung

Bab 72 Blokir?

Bab 72 Blokir?

Kontrak…...Kontrak! Sully sekarang baru kepikiran bahwa dia masih ada sebuah kontrak dengan Markus, mungkin saja setiap tingkah lakunya hanya didasarkan pada kelancaran sebuah kontrak,

Kalau begitu, dia sendiri yang menganggap semua ini dengan serius, apa jadinya?

Tiba-tiba wajah Sully menjadi pucat, dia seperti terjerumus dalam gudang es yang begitu dingin.

Markus yang awalnya berkata dengan tidak bermaksud apa-apa, bagaimanapun dia tidak kepikiran bahwa respons Sully akan begitu besar.

"Kamu tidak apa-apa kah……" Dengan hati-hatinya dia memeluk Sully, dan ini baru merasakan bahwa Sully sangat kedinginan.

Dan pada saat ini, Markus mendengar suara Sully yang berbisik.

"Markus, meskipun kamu begini terhadapku, tetapi sepertinya aku masih menyukaimu."

Hanya dipeluk olehmu, baumu yang ada dicium oleh hidungku, aku tidak dapat menahan diri sendiri untuk lebih dekat denganmu.

Markus mendengar pernyataan cinta yang datang secara tiba-tiba, dan dia seperti kesetrum petir, gosong di luar tetapi masih lembek di dalam.

"Sayang, kamu, coba katakan sekali lagi, perkataan kamu tadi……"

Sully memasukkan kepalanya ke dalam pelukan Markus, lalu dengan pelan dia berkata satu kalimat, "Aku menyukaimu."

Markus yang pertama tidak merasakan bahwa ada kekuatan apa di kata-kata yang begitu mudah itu, tetapi sekarang, dia sangat ingin langsung menggendong Sully lalu membuangnya ke atas kasur.

Tetapi tidak boleh, karena sudut refleksi Sully yang terlalu panjang itu sudah menembak ke arah saraf kucing besar, akhirnya Sully menyadari apa yang sudah dia katakan tadi,

"Aku aku aku…… tidak mengatakan apa-apa tadi, kamu cepat lepaskan aku."

Markus menggoyangkan sudut bibirnya, "Sayangku, sekarang baru bilang melepaskanmu, apa tidak terlalu terlambat?"

……

Sully menyadari bahwa dia sudah tidak ada tenaga untuk memberontak, lalu dia hanya bisa menyerah dan mengangkat kakinya, dan dengan pelan dia memeluk pinggang Markus.

Siluman kecil. Kata Markus di dalam hatinya.

Lalu dia dengan senang menerima undangan si siluman ini, dengan pelan dia menyandarkan badannya, "Sayang, malam masih panjanga."

"Markus! Besok kita harus bangun pagi!"

Markus yang sekarang ini sudah berubah menjadi binatang sudah tidak peduli dengan masalah untuk bangun pagi, dia hanya memikirkan bahwa hari ini ada alkohol maka dia juga harus mabuk hari ini.

……

Sully dengan lelahnya mengangkat kelopak matanya, matahari yang sangat cerah di luar sepertinya menusuk matanya, di dalam kepalanya sepertinya terbingung selama setengah detik, ini baru kepikiran kenapa cahaya matahari bisa langsung terpancar.

Kemarin pada saat tengah malam, Markus orang yang berhati binatang itu malah berkata bahwa dia ingin mencoba yang berbeda, kemudian dia membuka tirai, lalu mendorongnya di atas kaca jendela.

Sekarang kepikiran, Sully masih tidak bertenang, benar-benar, terlalu bajingan.

bajingan ini masih tidur di sampingnya dengan wajah yang polos,

berusaha bangun untuk mengambil ponselnya, dan melihat waktu, dia baru sadar bahwa sekarang

bangun……" Dia mendorong Markus dengan kuat, lalu busanya sudah

melihatnya, merasa bahwa dia yang baru

ada sedikit ragu, di dalam matanya masih ada embun, menelusuri tahu lalat yang ada di sudut mata itu, menampilkan wajahnya

sebelumnya memakai topeng. Dalam hati Sully

hari ini kita

tiba-tiba kepikiran segala hal yang terjadi kemarin yang membuat, dia sendiri

mengeluarkan teleponnya, dan mengirim sebuah pesan

aku agak tidak enak badan,

dia memikirkan segala cara, untuk menarik Markus yang

Markus sangat berantakan, dan dengan jelas dia bisa

bisa membujuknya dengan kata-kata yang baik, "Nanti aku yang nyetir,

baru menyerah sekarang, lalu dia mengeluarkan ponselnya, "Halo, datang jemput aku, ingat tambah

beres-beres dan mendengarkan dia mengeluarkan perintah, nada itu membuatnya tidak

tangannya untuk menerima panggilan itu, tetapi tidak

tidak enak

tertawa dengan aneh

suara Sully, lalu

mengandalkan ingatannya yang tersisa itu membedakan suara Markus yang kemarin datang ke perusahaan untuk mencari masalah, nadanya juga

aku bukan menelepon untuk

sekilas, "Aku sudah bilang padamu bahwa dia sedang tidak enak badan, kenapa kamu ini

"Kenapa dia?"

perempuan dan pria bersama,

ingin mencekik Markus, mengatakan apapun lah itu kenapa dia

setelah Loan mendengarkan perkataan

melihat leher Markus dan bersiap

sudah termasuk sangat ringan, jika dia lain kali masih membuntutimu,

mengatakan apapun, kenapa kamu

yang tidak fokus, perkataan ini tiba-tiba

orang tersebut

tidak normalnya membalikkan kepalanya, "Cepat pergi mandi, kita

juga dengan canggungnya batuk sekali, dengan anehnya

ingin berkata sesuatu, tetapi masih saja tidak berkata apapun, dengan

sudah pergi dari pandangan Sully, sully baru menghela nafas dengan pelan, hampir saja, dia hampir saja menganggap

mandi, Sully menarik pinggangnya yang tua itu, dan dia memanggang beberapa roti

tangannya, dia hanya bisa membuat

masih bisa menggunakan mesin pembuat kopi itu, lalu dia memilih beberapa butir biji kopi, memasukkannya ke dalam

bawah karena

menghirup wangi kopi itu, turun ke bawah lalu langsung masuk ke

"Bagus sekali masakanmu?"

hampir terkejut oleh karenanya, lalu dia dengan tidak senangnya menyodorkan sandwich ke tangan Markus, lalu menyodorkan secangkir kopi,

Sully sembari

makan punyamu." Sully juga memakan sandwich itu, lalu dengan cepatnya mereka menghabiskan kopi yang tersisa

Supir sudah sampai.

mendengar suara tersebut

menghabiskan kopi, di mulutnya masih ada sandwich yang bergantungan, dia memakai sandal, dan

Bình Luận ()

0/255