Tersanjung

Bab 73 Nyawa Tipis Wanita Cantik

Bab 73 Nyawa Tipis Wanita Cantik

Dengan begini, dia baru bisa memainkan jarinya dengan tenang.

Sully setengah bangun dan setengah sadar merasa mobilnya sudah berhenti lama, tetapi dia masih belum sadar, tetapi dia hanya mendengar sebuah suara yang sepertinya sedang memberitahu dia bahwa dia sudah sampai.

Kemudian dia berusaha untuk bangun, membuka matanya.

Melihat pemandangan yang asing di luar jendela, dia mendorong Markus, "Bangun, kita sepertinya sudah sampai."

Markus sedang tertidur dengan lelap, lalu dia dibangunkan karena dorongan itu, dalam hatinya dia memarahi pengawal itu kenapa mereka tidak menyetir dengan pelan, nanti dia akan mengurangi gaji mereka ketika pulang!

Kemudian kakak pengawal itu yang sedang fokus memainkan jarinya tiba-tiba bersin.

"Sudah sampai kah?" Dia hanya bisa duduk berdiri, lalu mengusap matanya, "Ini adalah Luginto?"

Di sekeliling ini sangatlah kosong!

Sully menggelengkan kepalanya, "Aku juga tidak tahu, tidak pernah kesini, coba tanya pengawal saja?"

kakak pengawal itu mendengar bahwa ada seseorang yang memanggilnya, dia merasa bahwa dia harus melihat ke belakang dan berkata, "Presdir, nona Su, ini adalah tempat satu-satunya di Luginto yang ditinggali oleh orang-orang."

"Kenapa ini menjadi satu-satunya?"

"Luginto yang berada di selatan ini, ketinggiannya ini sejujurnya sangat tinggi, jadi tempat lain tidak terlalu cocok untuk ditinggali, cuacanya juga sangat aneh, hanya berada disini, meskipun terlihat begitu kosong, tetapi ini malah menjadi tempat yang sangat banyak penghuninya."

Sully menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu kita turun dan melihat keadaan?"

Markus yang sedang berencana untuk turun dari mobil sepertinya tiba-tiba kepikiran sesuatu, dia membalikkan kepalanya dan bertanya, "Kamu bawa diari itu kah?"

Sully menganggukkan kepalanya, dia panik meluruskan tangannya dan bersiap untuk mengeluarkan diari tersebut dari tasnya, "Mau digunakan sekarang kah?"

Markus menggelengkan kepalanya, "Sementara tidak, nanti saja pas dibutuhkan untuk membuktikan identitas diri."

Sully menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti Markus untuk turun dari mobil.

Setelah turun dari mobil dia baru menyadari udara disini benar-benar sangat segar, seperti udara di musim semi, ada beberapa kesejukan, tetapi juga sangat segar.

"Ah~~~" Meregangkan pinggang setelah bangun tidur adalah hal yang terbaik.

Hanya saja mata Markus malah tidak berani melihat, karena baju Sully ada sedikit pendek, dengan begitu dia menunjukkan perutnya yang kecil itu.

Kemudian dia hanya bisa menyuruh, "Kita cepat pergi, kita harus berusaha menyelesaikan hal ini sebelum matahari tenggelam."

Sully menganggukkan kepalanya, dia juga ingin berusaha menyelesaikan masalah ini.

Tetapi disaat ini juga, ponselnya berdering, itu adalah Sarwinda.

"Halo, ada apa?"

"Dimana kamu sekarang?"

luar, kamu ada

apa-apa, tetapi adikmu

"Kenapa dengan Saras?"

orang……" Sully yang ada pengalaman bahwa dia hampir diperkosa oleh orang lain merasa bahwa hal itu sangatlah tidak enak, sejenak itu juga dia

tenaga, "Aku akan berusaha

suara Sarwinda yang sangat serak, berpikir bahwa beberapa

cepat, kamu berada dimana

di dalam pandangannya terdapat sebuah rumah penduduk yang tidak jauh

tidak, kita kesana dulu saja

sekelilingnya hanya ada sebuah rumah itu, dan mereka sudah tidak ada cara lain

mereka berdua, menyuruh pengawal untuk tunggu di dalam mobil, dan

hati-hati, jika orang itu sangat sulit dibujuk, kita

terus menerus mengingatkan Sully, sepertinya mereka akan bertemu dengan seorang boss

senyumnya hilang, "Sudah

membuatnya kecewa adalah, ketika mereka sampai di depan pintu rumah itu, mereka baru menemukan bahwa di dalamnya tidak ada orang yang

mengetuk pintu, "Halo ada orangkah di

orang yang

hanya bisa mengetuk pintu 3 kali lagi, di dalam

dekat pintu untuk mendengar suara orang bergerak, "Aneh, ini masih menunjukkan bahwa masih ada orang yang tinggal disini tidak

teh yang masih

pada saat ini juga, ada seseorang yang bersuara di belakang

langsung membalikkan badannya, melihat ke tempat yang

tenang, dia dengan pelan membalikkan badannya, dan wajahnya tersenyum, "Kita kesini untuk mencari perempuan yang bernama

berambut putih ini terdapat sebuah bayangan yang tidak normal, "Siapa dia, kenapa kalian bisa

harus dikatakan, tetapi malah dengan alaminya mereka membuka

dengan sopan, "Tiba-tiba kesini adalah ketidaksopanan kami, mungkin kita yang tergesa-gesa

orang ini berbicara juga sangat disukai oleh orang

tua itu menganggukkan kepalanya, dan tidak berkata apa-apa, dia hanya mengambil tongkatnya dan berjalan ke dalam

melihat dia membuka pintu, matanya melihat pintu yang sudah mau tertutup itu, kemudian dia menjerit, "Victory

nama itu, lalu tatapannya sangat ribet melihat mereka sekilas,

mengerti maksud Markus dan mengeluarkan diari itu, kemudian dia

putri

buku diari yang sudah tidak asing itu, itu adalah buku yang sama persis

dia mengeluarkan tangannya,

dia membalikkan beberapa halaman dan melihat isi yang ada di dalamnya, ini baru yakin akan identitas

Saras,

tua yang ada di depan matanya ini, seluruh kelopak matanya

dia menganggukkan kepalanya, "Kakek, kamu sekarang, masih baik

anak yang baik,

berdiri di depan pintu juga bukan sebuah hal yang

membuka sebuah

menemukan bahwa dekorasi di dalam rumah ini hampir sama dengan rumah Su, ini…...Markus dan Sully saling bertukar pandangan, melihat kecurigaan yang ada di dalam

Bình Luận ()

0/255